Ditulis oleh Ilham Indra, Marketing Communication  di PT Korea Investment Management Indonesia. Ditinjau tim Compliance sebelum terbit

Anda bisa membeli emas seharga sepuluh ribu rupiah, tetapi tidak pernah memegangnya. Emas itu ada, tersimpan di brankas pihak lain, dan yang Anda pegang hanyalah catatan elektronik atas kepemilikannya. Inilah yang disebut emas digital, dan bentuk ini kini menjadi salah satu cara paling umum orang Indonesia mulai berinvestasi pada logam mulia.

Artikel ini menjelaskan apa itu emas digital, bagaimana kepemilikannya bekerja, di mana letak perbedaannya dengan emas batangan yang bisa Anda genggam, dan hal-hal yang perlu diperiksa sebelum memilih salah satunya.

Emas Digital Adalah

Emas digital adalah kepemilikan atas sejumlah emas fisik yang dicatat secara elektronik, di mana emasnya sendiri disimpan oleh pihak ketiga dan tidak diserahkan kepada pemiliknya. Pembeli memperoleh hak atas emas dalam satuan gram atau pecahan gram, bukan lembaran logam.

Perbedaan pentingnya terletak pada kata "fisik". Emas digital bukan emas maya dan bukan aset kripto yang nilainya dikaitkan dengan emas. Di balik setiap gram yang tercatat, ada emas sungguhan yang disimpan di tempat penyimpanan tertentu. Yang didigitalkan adalah pencatatan kepemilikannya, bukan logamnya.

Bagaimana Emas Digital Bekerja

Alur kepemilikan emas digital umumnya melewati empat peran yang terpisah satu sama lain.

  1. Penyelenggara menerima dana pembeli dan mencatat berapa gram emas yang menjadi hak pembeli tersebut.

  2. Penyedia emas menyediakan logam fisik yang menjadi dasar pencatatan itu.

  3. Penyimpan emas menahan logam tersebut di tempat penyimpanan yang terpisah dari aset perusahaan penyelenggara.

  4. Pemilik dapat menambah, mengurangi, atau — pada sebagian penyelenggara — menarik kepemilikannya dalam bentuk fisik bila jumlahnya sudah mencukupi satuan cetak tertentu.

Pemisahan peran inilah yang menentukan seberapa aman sebuah skema emas digital. Ketika penyedia, penyimpan, dan pencatat adalah pihak-pihak yang berbeda dan saling mengawasi, risiko yang muncul bila salah satu pihak bermasalah menjadi lebih terbatas.

Karena itu, pertanyaan yang lebih berguna daripada "berapa harganya hari ini" adalah "siapa yang menyimpan emasnya, dan apakah emas itu terpisah dari aset perusahaan".

Empat Perbedaan dengan Emas Fisik

Emas digital dan emas batangan sama-sama emas. Yang berbeda adalah cara memilikinya, dan perbedaan itu membawa konsekuensi masing-masing.

Aspek

Emas fisik

Emas digital

Bentuk kepemilikanLogam yang Anda pegang sendiriCatatan elektronik atas emas yang disimpan pihak lain
PenyimpananTanggung jawab dan biaya pemilikDitangani penyimpan, umumnya dengan biaya penyimpanan
Nilai pembelian terkecilTerbatas satuan cetak, umumnya mulai 0,5 gramBisa jauh lebih kecil, sampai pecahan gram
Cara mencairkanDijual kembali ke toko atau penerbitDijual melalui penyelenggara yang sama

Tidak ada bentuk yang secara mutlak lebih baik. Emas fisik memberi kendali penuh dan tidak bergantung pada kelangsungan sebuah platform. Emas digital memberi kemudahan masuk dengan nilai kecil dan membebaskan pemilik dari urusan penyimpanan. Pilihannya bergantung pada apa yang lebih Anda butuhkan: kendali, atau kemudahan.

Kemurnian: Angka yang Menentukan Nilai

Emas yang dipakai sebagai dasar produk investasi umumnya harus memenuhi standar kemurnian tertentu. Dua rujukan yang paling sering dipakai di Indonesia adalah standar nasional dengan kemurnian minimal 99,9 persen, dan standar internasional London Bullion Market Association untuk emas dengan kemurnian minimal 99,5 persen yang masuk dalam daftar Good Delivery.

Angka ini bukan sekadar detail teknis. Kemurnian menentukan apakah emas tersebut diterima secara luas ketika dicairkan, dan pada harga acuan mana ia dinilai. Emas perhiasan dengan kadar lebih rendah mengikuti logika harga yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan emas batangan investasi.

Bentuk Lain: Emas Melalui Produk yang Diawasi OJK

Selain membeli emas fisik atau membuka rekening emas digital, emas juga bisa dimiliki melalui produk investasi berbentuk reksa dana yang aset dasarnya emas. Salah satu bentuknya adalah reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek — dikenal sebagai exchange traded fund atau ETF.

Pada bentuk ini, pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi berizin OJK, emasnya disediakan dan disimpan oleh pihak yang ditunjuk, dan dana nasabah dititipkan pada bank kustodian yang terpisah dari manajer investasi. Struktur pengawasannya berbeda dengan rekening emas digital biasa, dan perbedaan itu penting dipahami sebelum memilih.

Penjelasan lengkap mengenai cara kerja ETF dapat dibaca pada artikel tentang exchange traded fund.

Perlu Diperiksa Sebelum Memilih

  • Siapa yang menyimpan emasnya, dan apakah penyimpanan itu terpisah dari aset perusahaan penyelenggara.

  • Standar kemurnian emas yang menjadi dasar kepemilikan.

  • Seluruh biaya yang melekat, termasuk biaya penyimpanan dan selisih harga beli dengan harga jual.

  • Lembaga mana yang mengawasi penyelenggaranya, dan izin apa yang dipegang.

  • Apakah kepemilikan dapat ditarik dalam bentuk fisik, dan pada jumlah berapa.

Kesimpulan

Emas digital menurunkan hambatan untuk mulai memiliki emas, tetapi memindahkan satu hal penting ke tangan orang lain: penyimpanan. Karena itu, yang layak diperiksa lebih dulu bukan harga hari ini, melainkan siapa yang menyimpan, standar apa yang dipakai, dan siapa yang mengawasi.

Sebelum memutuskan, bacalah dokumen resmi produk yang Anda pertimbangkan dan pastikan Anda memahami biaya serta risikonya.

Tentang Pengelola

PT Korea Investment Management Indonesia adalah manajer investasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor izin KEP-50/D.04/2019  beroperasi di Indonesia sejak 2019.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah emas digital itu emas sungguhan?

Ya. Di balik setiap gram yang tercatat ada emas fisik yang disimpan di tempat penyimpanan tertentu. Yang didigitalkan adalah pencatatan kepemilikannya, bukan logamnya.

Apa bedanya emas digital dengan emas batangan?

Perbedaannya pada siapa yang menyimpan. Pada emas batangan, penyimpanan menjadi tanggung jawab pemilik. Pada emas digital, logamnya disimpan pihak ketiga dan pemilik memegang catatan elektroniknya.

Bisakah emas digital ditarik menjadi emas fisik?

Sebagian penyelenggara memungkinkannya bila jumlah kepemilikan sudah mencukupi satuan cetak tertentu. Ketentuan ini berbeda antar penyelenggara dan perlu diperiksa di dokumen resminya sebelum membeli.

Berapa minimal pembelian emas digital?

Nilainya jauh lebih kecil dibanding satu keping batangan, bahkan bisa berupa pecahan gram. Besaran pastinya ditetapkan masing-masing penyelenggara.

Apakah emas digital sama dengan aset kripto berbasis emas?

Tidak. Emas digital didasari emas fisik yang benar-benar disimpan, sedangkan aset kripto berbasis emas adalah instrumen berbeda dengan mekanisme dan pengawasan yang berbeda pula.

Standar kemurnian apa yang dipakai emas investasi?

Dua rujukan yang umum dipakai adalah standar nasional dengan kemurnian minimal 99,9 persen, dan standar London Bullion Market Association untuk emas minimal 99,5 persen yang masuk daftar Good Delivery.

Langkah Selanjutnya

  • Baca cara kerja exchange traded fund berbasis emas pada artikel Apa Itu ETF.

  • Lihat rangkaian produk reksa dana PT Korea Investment Management Indonesia di halaman Produk.