Ditulis oleh Ilham Indra, Marketing Communication di PT Korea Investment Management Indonesia. Ditinjau tim Compliance sebelum terbit.

Obligasi adalah instrumen yang paling banyak dicari orang Indonesia di mesin pencari, tetapi paling jarang dijelaskan oleh pihak yang benar-benar mengelolanya. Yang muncul di hasil pencarian umumnya bank dan situs berita.

Artikel ini menjelaskan obligasi dari sisi pengelola portofolio surat utang: bagaimana ia bekerja, apa yang menentukan nilainya, dan risiko apa yang melekat.

Obligasi Adalah

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan untuk menghimpun dana, dengan janji membayar bunga berkala yang disebut kupon dan mengembalikan nilai pokoknya pada tanggal jatuh tempo. Pembeli obligasi berkedudukan sebagai pemberi pinjaman, bukan pemilik.

Perbedaan itu yang membedakannya dari saham. Pemegang saham memiliki sebagian perusahaan; pemegang obligasi meminjamkan uang kepada penerbitnya.

Bagaimana Obligasi Bekerja?

Penerbit

Penerbit adalah pihak yang berutang, yaitu pemerintah atau perusahaan. Kemampuan penerbit membayar adalah faktor terpenting yang menentukan risiko sebuah obligasi.

Kupon

Kupon adalah bunga yang dibayarkan penerbit secara berkala, umumnya tiap tiga atau enam bulan. Besarnya dinyatakan dalam persentase terhadap nilai nominal dan ditetapkan sejak penerbitan.

Jatuh tempo

Jatuh tempo adalah tanggal penerbit mengembalikan nilai pokok. Semakin panjang jatuh temponya, semakin besar pengaruh perubahan suku bunga terhadap harga obligasi tersebut.

Nilai nominal dan harga pasar

Nilai nominal adalah jumlah yang dikembalikan saat jatuh tempo. Harga pasarnya bisa berbeda dari nilai nominal, karena obligasi diperdagangkan sebelum jatuh tempo dan harganya bergerak berlawanan arah dengan suku bunga.

Inilah sebabnya obligasi bisa merugi meski penerbitnya membayar penuh: bila dijual sebelum jatuh tempo pada saat suku bunga naik, harganya turun.

Apa Saja Jenis Obligasi?

Jenis

Penerbit

Ciri utama

Obligasi pemerintahPemerintah Republik IndonesiaRisiko gagal bayar paling rendah di pasar domestik
Obligasi korporasiPerusahaanKupon umumnya lebih tinggi, disertai risiko penerbit
SukukPemerintah atau perusahaanBerbasis akad syariah, imbalannya bukan bunga

Pembahasan obligasi pemerintah tersedia pada artikel terpisah, termasuk cara kerja dan mekanisme penerbitannya.

Bagaimana Membaca Kode Obligasi?

Obligasi diperdagangkan dengan kode yang menunjukkan jenis dan serinya. Awalan menandai kelompoknya, sementara angka di belakangnya menandai seri penerbitan.

Artikel ini tidak merekomendasikan seri tertentu. Manajer investasi berizin Otoritas Jasa Keuangan tidak memberi rekomendasi pembelian efek tertentu melalui konten edukasi.

Apa Risiko Obligasi?

Risiko

Penjelasan

Risiko gagal bayarPenerbit tidak mampu membayar kupon atau mengembalikan pokok.
Risiko suku bungaHarga obligasi turun ketika suku bunga pasar naik.
Risiko likuiditasObligasi tidak selalu mudah dijual pada harga wajar sebelum jatuh tempo.
Risiko inflasiKupon tetap kehilangan daya beli ketika inflasi naik.

Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa mendatang, dan kupon yang tercantum pada saat penerbitan tidak menjamin hasil bila obligasi dijual lebih awal.

Beli Obligasi Langsung atau Lewat Reksa Dana?

Aspek

Beli langsung

Lewat reksa dana pendapatan tetap

Pemilihan seriDitentukan sendiri oleh pembeliDitentukan manajer investasi
DiversifikasiTerbatas pada seri yang dibeliTersebar ke banyak seri
Nilai masuk terkecilMengikuti satuan perdaganganDitetapkan manajer investasi
BiayaBiaya transaksiBiaya pengelolaan dan kustodian

Tidak ada yang mutlak lebih baik. Pembelian langsung memberi kendali penuh atas seri dan jatuh tempo; lewat reksa dana memberi diversifikasi dan pengelolaan oleh pihak berizin.

Tentang Pengelola

PT Korea Investment Management Indonesia adalah manajer investasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor izin KEP-50/D.04/2019  beroperasi di Indonesia sejak 2019.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya obligasi dengan saham?

Pemegang saham memiliki sebagian perusahaan, sedangkan pemegang obligasi meminjamkan uang kepada penerbitnya. Obligasi memberi kupon dan jatuh tempo; saham tidak.

Apakah obligasi bisa rugi?

Bisa. Harga obligasi turun ketika suku bunga pasar naik, sehingga penjualan sebelum jatuh tempo dapat merugi meski penerbit membayar penuh.

Apa itu kupon obligasi?

Kupon adalah bunga yang dibayarkan penerbit secara berkala, umumnya tiap tiga atau enam bulan, dinyatakan sebagai persentase terhadap nilai nominal.

Kenapa harga obligasi bisa berbeda dari nilai nominalnya?

Karena obligasi diperdagangkan sebelum jatuh tempo, dan harganya bergerak berlawanan arah dengan suku bunga pasar.

Lebih baik beli obligasi langsung atau lewat reksa dana?

Keduanya berbeda, bukan lebih baik atau lebih buruk. Pembelian langsung memberi kendali atas seri dan jatuh tempo; lewat reksa dana memberi diversifikasi dan pengelolaan oleh pihak berizin.

Apakah obligasi dijamin Lembaga Penjamin Simpanan?

Tidak. Obligasi bukan simpanan bank dan tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan.

Langkah Selanjutnya

  • Pahami reksa dana pendapatan tetap sebagai cara memiliki obligasi secara terdiversifikasi.

  • Lihat rangkaian produk reksa dana PT Korea Investment Management Indonesia di halaman Produk.