Ditulis oleh Ilham Indra, Marketing Communication di PT Korea Investment Management Indonesia. Ditinjau tim Compliance sebelum terbit
Orang yang mencari perbandingan ini biasanya sudah tahu apa itu reksa dana dan apa itu saham. Yang belum mereka punya adalah kerangka untuk memutuskan.
Perbandingan Enam Dimensi
Dimensi | Reksa dana | Saham |
|---|---|---|
| Pengambil keputusan | Manajer investasi berizin OJK | Investor sendiri |
| Diversifikasi | Otomatis, tersebar ke banyak efek | Harus disusun sendiri |
| Modal awal | Ditetapkan manajer investasi | Mengikuti satuan perdagangan bursa |
| Waktu yang dibutuhkan | Minim, pemantauan berkala | Besar, riset dan pemantauan sendiri |
| Biaya | Biaya pengelolaan dan kustodian | Biaya transaksi tiap beli dan jual |
| Rentang hasil | Lebih sempit karena tersebar | Lebih lebar, naik maupun turun |
Siapa yang Mengambil Keputusan Investasi?
Pada reksa dana, keputusan efek apa yang dibeli ada di tangan manajer investasi berizin Otoritas Jasa Keuangan, sesuai kebijakan investasi di prospektus. Pada saham, seluruh keputusan ada di tangan investor.
Perbedaan ini bukan soal mana yang lebih baik, melainkan soal siapa yang punya waktu dan kemauan menanggung keputusan itu.
Berapa Waktu yang Harus Anda Luangkan?
Membeli saham secara langsung menuntut riset berkelanjutan terhadap perusahaan, industri, dan laporan keuangannya. Reksa dana memindahkan pekerjaan itu ke pengelola.
Bagi orang yang tidak punya waktu rutin untuk itu, memaksakan pembelian saham langsung justru menambah risiko yang tidak perlu.
Kapan Reksa Dana Lebih Masuk Akal?
Ketika waktu untuk riset terbatas.
Ketika modal belum cukup untuk menyusun portofolio yang tersebar sendiri.
Ketika tujuannya jelas dan berjangka, sehingga jenis reksa dana dapat dicocokkan dengan jangka waktunya.
Kapan Saham Lebih Masuk Akal?
Jawaban jujurnya: ada kondisi ketika saham memang lebih sesuai.
Ketika investor punya waktu, pengetahuan, dan kemauan melakukan riset sendiri.
Ketika investor ingin menentukan sendiri perusahaan yang dimiliki, bukan menyerahkannya ke pihak lain.
Ketika investor sanggup menanggung fluktuasi yang lebih besar tanpa terpaksa menjual.
Bisakah Keduanya Sekaligus?
Bisa, dan itu lazim. Sebagian investor menempatkan porsi inti pada reksa dana dan porsi lebih kecil pada saham yang dipilih sendiri.
Keduanya tidak dijamin Lembaga Penjamin Simpanan, dan kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa mendatang.
Tentang Pengelola
PT Korea Investment Management Indonesia adalah manajer investasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor izin KEP-50/D.04/2019 beroperasi di Indonesia sejak 2019.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mana yang lebih menguntungkan, reksa dana atau saham?
Tidak ada jawaban tunggal. Saham memiliki rentang hasil yang lebih lebar, naik maupun turun, sedangkan reksa dana lebih sempit karena tersebar ke banyak efek.
Mana yang lebih cocok untuk pemula?
Yang menentukan bukan status pemula, melainkan berapa waktu yang tersedia untuk riset dan seberapa besar fluktuasi yang dapat diterima.
Apakah reksa dana lebih aman daripada saham?
Reksa dana menyebar dana ke banyak efek sehingga rentang hasilnya lebih sempit. Itu menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkannya, dan reksa dana tetap dapat merugi.
Berapa modal awal masing-masing?
Reksa dana mengikuti ketentuan manajer investasi yang tercantum di prospektus; saham mengikuti satuan perdagangan bursa. Besarannya berbeda antar produk dan antar saham.
Bisakah memiliki reksa dana dan saham sekaligus?
Bisa, dan itu lazim. Sebagian investor menempatkan porsi inti pada reksa dana dan porsi lebih kecil pada saham yang dipilih sendiri.
Apakah keduanya dijamin Lembaga Penjamin Simpanan?
Tidak, keduanya tidak dijamin. Penjaminan tersebut berlaku untuk simpanan di bank, bukan untuk produk investasi.
Langkah Selanjutnya
Pahami dasar reksa dana pada artikel apa itu reksa dana.
Lihat rangkaian produk reksa dana PT Korea Investment Management Indonesia di halaman Produk.